Naik Kereta Api

Kereta api merupakan moda transportasi yang cukup digemari oleh masyarakat, termasuk saya. Saya pertama kali naik kereta api pada saat akan mengikuti ujian SPMB tahun 2003 di Semarang. Waktu itu, saya naik kereta api Kaligung. Harganya masih murah, cuma 16 ribu rupiah. Tidak ada batasan penumpang dalam kereta, sehingga penumpang banyak yang duduk di lantai kereta. Tapi menurutku, itu sangat asik, karena kita justru bisa ngobrol-ngobrol dengan teman sehingga perjalanan dari Pemalang ke Semarang yang berlangsung sekitar 3 – 4 jam tidak begitu terasa . Di samping itu, jalur keretanya juga ada yang melewati dekat pantai sehingga pemandangannya pun cukup menarik.

Selepas itu, saya baru naik kereta api kembali ketika pertama kali kuliah di ITS, bulan Agustus 2009. Waktu itu saya naik kereta bisnis Gumarang. Ongkosnya waktu itu 150 ribu dan –seingat saya– masih dapat makan. Setelah itu, saya sangat jarang sekali naik kereta api lagi selama kuliah di ITS. Mau naik kereta api kelas bisnis/eksekutif harga tiketnya mahal dan tidak berhenti di stasiun Pemalang juga, sedangkan kereta api ekonomi waktu itu masih semrawut dan katanya rawan kejahatan sehingga agak merasa takut juga waktu mau naik kereta api ekonomi. Saya pernah sekali naik kereta api ekonomi Kertajaya dari Pemalang dan memang rasanya tidak nyaman. Penumpang berjubel melewati batas jumlah kursi duduk. Selain itu, banyak pedagang bersliweran sehingga tidak nyaman juga jika duduk di lantai.

Lulus dari ITS Agustus 2012, saya magang di Jakarta. Selama magang itu saya lebih sering naik bus dari Pemalang-Jakarta PP. Sampai suatu ketika saya bertemu teman dan mendapatkan informasi bahwa kereta api ekonomi sudah tertib (pas tempat duduk) sehingga lebih nyaman. Dan ketika saya coba memang demikian, cukup nyaman dan harga tiketnyanya juga murah, cuma 33rb rupiah. Hanya saja waktu tempuh Jakarta-Pemalang pada saat itu masih 7-8 jam karena masih belum ada double track. Setelah double track jadi, naik kereta api menjadi lebih enak lagi. Waktu tempuh Jakarta-Pemalang hanya 5 jam. Jauh lebih cepat dibandingkan bus yang memakan waktu 8-10 jam. Jadwal tiba/keberangkatan kereta api pun sebagian besar tepat waktu. Selain itu harga tiket kereta api kelas ekonomi juga lebih murah dibandingkan bus. Beberapa kelebihan lainnya adalah tiket yang bisa dipesan secara online dan bisa dipesan jauh hari sebelumnya (90 hari sebelum keberangkatan). Dengan berbagai kelebihan tersebut, saya kemudian lebih menggemari naik kereta api dalam berperjalanan sebagai PJKA (pulang jumat kembali ahad-red) Jakarta-Pemalang.

Sebagai penutup dari postingan tidak penting ini–berbicara mengenai kereta api, ada lagu yang sangat lekat yaitu lagu “Naik Kereta Api” ciptaan Ibu Soed. Kinara, anak kami yang pertama, sangat menyukai lagu ini. Mungkin karena dia ingat waktu pertama kali ke Jakarta dan setiap kali pulang ke Pemalang, dia selalu naik kereta api.

Di dalam lirik lagu tersebut terdapat dua kota besar di Pulau Jawa. Saya sudah pernah tinggal selama tiga tahun di kota yang kedua. Dan saat ini saya sedang tinggal di [sekitar] kota yang pertama.

suichal signature

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s