Cerita Di Balik Sebuah Nama

Setiap sesuatu pasti mempunyai masa lalu, sejarah, atau asal usul. Begitu juga nama. Nama seseorang bukan hanya sekedar nama panggilan tetapi juga memiliki arti dan makna terdiri. Nama bisa jadi juga menjadi harapan dari orang tua kepada anaknya. Dan yang saya perhatikan juga, dari nama anak beberapa teman saya, nama anak dipengaruhi oleh kesukaan orang tuanya. Ada orang tua yang suka dengan jejepangan, dan dia menyelipkan satu kata Bahasa Jepang ke dalam nama anaknya. Demikian juga ada orang tua yang suka dengan Jerman/Belanda dan memasukkan kata dalam bahasa jerman ke dalam nama anaknya. Begitulah… Nama bukan hanya memiliki banyak makna, tetapi juga banyak cerita.

Bagaimana dengan nama saya? Mungkin, jika diartikan per kata, Ahmad = Terpuji, Sah = Benar, dan Rizal = Laki-laki. Jika digabung berarti Laki-laki yang benar dan terpuji. Hmmm… Bagus bukan arti nama saya?😀. Padahal, perlu diketahui (emange penting??!!), nama itu muncul hanya dalam waktu sekejap, bukan seperti nama anak-anak sekarang yang sudah dipersiapkan oleh orang tuanya jauh-jauh hari sebelumnya kelahiran putra/putrinya.

Ceritanya begini…Waktu itu, pada saat diadakan acara pemberian nama, ibu dan bapak saya beserta saudara-saudara beliau tengah bingung dan bertanya-tanya, nama bayi ini (saya-red) siapa? Bapak saya, pada waktu itu sebenarnya sudah menyiapkan nama, yaitu Umar. Namun karena beliau dan ibu saya waktu itu termasuk pasangan yang masih muda, mereka malu atau tidak percaya diri untuk memberikan nama tersebut. Pada waktu itu ada juga yang sempat nyeleneh… “sudah beri nama ‘Kisut’ aja???”… Kisut dalam bahasa jawa yang saya tahu berarti keriput atau tidak segar lagi, kata yang–setahu saya–digunakan sebagai ejekan (Walaupun jika diartikan dari bahasa arab ternyata artinya bagus, Qist = adil -red). Untunglah, dalam keadaan yang semakin tidak menentu (kayak sinetron aja…), datanglah Pakde saya. Beliau adalah seorang guru. Pada waktu itu beliau baru pulang mengajar. Setelah itu, bapak dan ibu saya memberitahukan bahwa anak ini belum diberi nama dan pakde saya kaget, “lho, kok belum diberi nama?”. Kemudian pakde saya pun mengusulkan “Ya sudah, dinamai Ahmad Sahrizal saja…”. Akhirnya, nama itulah yang kemudian diberikan kepada saya.

Begitulah cerita di belakang nama saya. Aneh bukan? Ya, sebenarnya sesuai sih karena orangnya juga aneh😀. Intinya adalah, nama bukan hanya memiliki banyak makna, tetapi juga memiliki cerita yang unik dan mungkin juga aneh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s