Radio Frequency Identification Device (RFID)

RFID adalah perangat yang memanfaatkan gelombang frekuensi radio untuk mengirimkan data dari sesuatu yang ditempeli RFID tersebut ke perangkat pelacak RFID. Peranti RFID tidak memerlukan penghubung dan tak memerlukan arena lurus bebas pandang sehingga sanagat sesuai untuk memonitor sesuatu yang bergerak. RFID dapat memantau sesuatu dengan radius yang bervariasi tergantung pada kekuatan pemancarnya.

Contoh penerapan RFID :

  • Penarikan biaya jalan tol secara elektronis dan otomatis
  • Pengidentifikasian dan pelacakaan jalur kereta api
  • Pemantauan transportasi truk container
  • Otentikasi dokumen
  • Pengidentifikasian binatang.

Sebuah sistem RFID biasanya memiliki komponen-komponen sebagai berikut:

  • Sebuah peranti RFID (transponder atau tag) yang berisi berbagai data tentang benda atau sesuatu yang ditempeli transponder tersebut.
  • Sebuah antenna untuk mentransmisikan sinyal RF dari peranti RFID ke peranti pembaca RFID.
  • Sebuah transceiver pembangkit sinyal RF.
  • Sebuah peranti pembaca yang menerima transmisi RF. Peranti ini kemudian menyampaikan data yang diperolehnya ke system komputer untuk diproses.
  • Selain itu, biasanya ada perangkat lunak atau aplikasi yang dipergunakan untuk mengolah data yang diperoleh.

Sumber : Kadir, Abdul, Triwahyuni, Terra CH,. (2010). Pengenalan teknologi informasi. Yogyakarta : Penerbit Andi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s