Bu menteri itu….

9 September 2006 (?). Suasana di dalam ruang Jakarta Convention Center (JCC) sangat ramai. Ruangan saat  itu dipenuhi wisudawan/wisudawati dari sebuah perguruan tinggi kedinasan di Jakarta. Mereka duduk menghadap ke panggung yang di situ terpampang spanduk bertuliskan “ xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx integritas, kompeten, xxxxxxxxxxxxxx” (maaf lupa tulisan lengkapnya apa :D). Di sebelah kanan depan para wisudawan/wisudawati, duduk para tamu undangan termasuk seorang ibu yang berpakaian kebaya. Senyumnya terlihat seperti menyepelekan, tapi yang jelas dia juga kelihatan seorang yang cerdas. Melihat spanduk yang terpampang di panggung, dia terlihat membuat sedikit corat-coret, mungkin buat bahan untuk memberikan sambutan nanti.

Pada saat namanya dipanggil dan diminta untuk memberikan sambutan, dia berjalan dengan penuh percaya diri, persis seperti yang sering terlihat waktu tampil di televisi. Dalam sambutannya dia membahas tuntas isi dari spanduk tadi: kompeten, integritas, dan satu lagi saya lupa. Dengan bahasa yang lugas  dia menerangkan ketiga hal tersebut satu per satu. Yang saya ingat pada saat itu adalah pada saat dia menyampaikan definisi integritas. “integritas berasal dari kata integer, yang berarti utuh/bulat.  Integritas itu fungsinya seperti tameng. Seseorang yang mempunyai integritas tinggi, berarti dia mempunyai tameng yang kuat untuk bisa menolak perbuatan yang tidak sesuai aturan”, begitu kurang lebih penjelasan yang dia terangkan mengenai integritas. Jelas dan terang sekali. Pantas saja dia dipilih menjadi menteri keuangan menggantikan pak Jusuf Anwar. Ya, dia adalah Ibu Sri Mulyani Indrawati. Pada saat pertama kali dia diangkat menjadi menteri keuangan saya sempat kecewa karena dia mengganti menteri yang berasal dari alumni perguruan tinggi yang sama dengan saya dan karena dia dulu pernah bekerja di IMF–organisasi keuangan yang bukan menyelamatkan Indonesia dari krisis moneter 1997 tetapi justru membuat keuangan Indonesia menjadi semakin berantakan. Namun, apa yang dia sampaikan dalam acara wisuda itu membuat saya berubah persepsi terhadapnya. Saya sangat terkesan dan saya kira dia memang orang yang benar-benar pantas mengisi posisi menjadi menteri keuangan RI.

Saat ini, di akhir tahun 2009, setelah tiga tahun berlalu dari acara di JCC dan sejumlah prestasi dan penghargaan yang telah diraih, dia mendapat sorotan negatif. Dia tersangkut kasus Bank Century, kasus yang dinilai merugikan keuangan negara hingga 6,7 triliun. Apakah dia menikmati uang itu? Saya tidak yakin akan hal tersebut. Dari pidato sambutan yang dia sampaikan tiga tahun lalu, terlihat dia bukan hanya bisa bicara mengenai integritas tetapi saya yakin bahwa dia memang seorang yang mempunyai integritas tinggi.  Semoga keyakinan saya itu benar, dan jika dia dinyatakan bersalah, saya harap dia dinyatakan bersalah bukan karena menerima bagian dari uang tersebut, tetapi karena kesalahan kebijakan, salah perhitungan. Kesalahan seperti itu—menurut saya—wajar karena seperti apapun pandainya seseorang, sekali-kali pasti dia juga bisa melakukan kesalahan. Karena salah itu manusiawi, bisa dialami siapa saja, termasuk Bu Menteri kita yang satu ini.

One thought on “Bu menteri itu….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s