AC Milan, Riwayatmu Kini…

Tulisan ini hanya sedikit menyuarakan kekecewaan saya sebagai tifosi AC Milan. Sebenarnya sejak lulus SMA saya tidak terlalu nge-fans lagi dengan Milan. Namun, entah kenapa di saat tim ini berada dalam kondisi yang memprihatinkan, naluri saya tergerak untuk kembali memberikan perhatian lebih kepada tim yang sudah menjuarai Piala/Liga Champions sebanyak 6 kali ini.

Sampai dengan minggu ke-6 liga italia musim 2009/2010, Milan masih berada di posisi pertengahan dengan nilai 8 poin hasil dari 2 kali menang, 2 kali seri, dan 2 kali kalah. Sungguh sangat memprihatinkan untuk tim sekelas Milan. Lebih memprihatinkan lagi apabila kita menilik selisih gol Milan yaitu 3-6, yang berarti minus 3 gol akibat kekalahan telak 0-4 dari Inter Milan. Minimnya gol yang diciptakan para striker Milan ini menjadi penyebab susahnya Milan meraih kemenangan (Gimana mau menang, lha wong mbobol gawang musuh aja ga bisa).

Pertanyaannya, kenapa kondisi milan musim ini begitu memprihatinkan? Pensiunnya Maldini, hengkangnya Ancelotti ke Chelsea, dan perginya Kaka ke Real Madrid paling sering dijadikan alasan keterpurukan Milan saat ini. Selain itu, strategi transfer Milan yang tidak terarah juga menjadi penyebab lain. Menurut saya, apabila Milan sebelumnya sudah punya niat menjual Kaka, seharusnya Milan tetap mempertahankan Yoann Gourcuff-yang bermain gemilang di Bordeaux-untuk menggantikan peran Kaka. Atau kalau tidak, Milan seharusnya menjual Kaka dengan uang tunai plus pemain dalam satu paket sehingga tidak perlu kesulitan dalam mencari pemain baru. Alasan lain yaitu begitu “pelit”-nya manajemen Milan dalam membelanjakan uang untuk pembelian pemain baru. Transfer Luis Fabiano–yang sudah terang-terangan mengungkapkan niatnya untuk bergabung dengan Milan–justru gagal gara-gara hal ini. Manajemen Milan tidak mau mengeluarkan uang sedikit lebih banyak untuk mendapatkan Fabiano. Sebuah keputusan bodoh–menurut saya–karena terbukti Luis Fabiano adalah striker yang produktif, baik di level klub maupun di timnas. Masalah lain adalah dengan belum padunya pemain baru, seperti Klaas Jan Huntelar karena dia direkrut pada saat-saat akhir jendela transfer. Lebih parah lagi, yaitu performa Ronaldinho yang tak kunjung membaik. Padahal dia diharapkan mampu menggantikan peran yang biasanya dimainkan Kaka.

Lalu, dengan sederet masalah itu, bagaimanakah nasib Milan musim ini? Untuk sekedar bertahan di Serie A–menurut saya–sih masih bisa. Namun, untuk bersaing dalam memperebutkan Scudetto atau minimal peringkat 4 besar pun agaknya susah bila permainan Milan tak kunjung membaik, khususnya produktivitas dalam mencetak gol. Tugas berat memang dipikul Leonardo saat ini. Dengan pengalamannya yang masih minim dan keterbatasan pemain, dia diharapkan bisa menemukan formula ideal untuk memperbaiki permainan Milan agar bisa bersaing di papan atas, habitat yang layak untuk tim selevel Milan. Bisakah? Kita tunggu saja….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s