Di Jakarta: Ujian Hari Kedua

Jakarta, 17 Mei 2009 Melanjutkan cerita dari ujian seleksi beasiswa s1 pada postingan sebelumnya, kali ini saya akan menceritakan pelaksanaan ujian pada hari kedua. Sebelumnya perlu diketahui (emange penting???) bahwa pada malam ujian kedua itu = malam minggu, aku tidak menginap lagi di KPPN jakarta I tetapi di kontrakan Bapakku yang ada di daerah Cikoko. Bapakku baru sampai Jakarta pada Sabtu pagi,khusus untuk menemui anak laki-laki satu-satunya ini. Aku sendiri sangat senang bisa bertemu Bapakku setelah cukup lama tidak bertemu dan bertemu dengan bapakku bisa sedikit mengurangi rasa rinduku pada rumah karena setelah ujian ini aku tidak cuti, tetapi langsung masuk ke kantor pada hari selasa, 19 mei 2009.

Seperti pada hari pertama, ujian hari kedua dimulai pada pukul 08.00 WIB. Aku yang pada malam minggu menginap di kontrakan Bapakku di daerah Cikoko berangkat lebih pagi dengan menggunakan bus kopaja jurusan senin. Aku berangkat dari Cikoko pada pukul 05.15 dan sampai di kantor pusat pada jam 6 kurang 10 menit. Cukup cepat untuk ukuran Jakarta. Memang karena hari itu hari Minggu sehingga jalanan ga macet. Sesampai di kantor pusat aku sarapan dulu karena sebelum berangkat aku tidak makan walaupun sudah dibelikan nasi oleh Bapak tetapi karena takut terlambat jadi aku langsung berangkat saja tanpa makan terlebih dahulu.

Pukul 7 sudah banyak peserta yang hadir. Aku dan Edi–teman seangkatan di STAN–langsung masuk ke ruangan tempat ujian tetapi pada saat masuk ke ruangan tersebut dilarang oleh dua orang wanita muda dengan alasan panitia belum selesai menyiapkan sesuatu. Ternyata, kedua wanita tersebut adalah provider yang ditunjuk oleh kantor pusat djpb untuk menyelenggarakan ujian Tes psikometrik. Ya, tes psikometrik. Entah tes seperti apa ini. Aku baru dengar kata ini pada saat membaca surat pengumuman beasiswa s1 djpb beberapa minggu sebelumnya. Tahap demi tahap soal diberikan kepada semua peserta tes. Aku duduk bersebelahan dengan Mas Jamhuri, pegawai KPPN Curup yang ikut ujian seleksi beasiswa S2. Pada tahap awal, soal-soal yang diberikan mirip sekali dengan pada saat psikotes hari Sabtu kemarin. Sampai akhirnya pada tahap soal hitung cepat deretan angka yang dikenal dengan Tes Pauli. Pada tes ini aku berusaha mengerjakan soal dengan semangat tinggi dengan harapan semangatku itu akan menular pada kertas jawaban yang kuberikan sehingga pada waktu diperiksa, para pemeriksa tahu yang mengerjakan itu bener-bener mempunyai keinginan kuat untuk bisa sukses di tes ini. Cukup lama waktu yang diberikan untuk mengerjakan tes Pauli. Namun, aku tidak bisa mengerjakan sampai selesai, kuhitung-hitung masih kurang tujuh atau delapan baris lagi. Pada bagian akhir tes psikometri kami diminta menggambar orang dengan postur yang lengkap dan memberikan keterangan mengenai Umur orang tersebut apa yang sedang dilakukan. Aku tidak pandai menggambar sehingga aku menggambar seadanya dan yang ingin kugambar cukup jelas: Cristiano Ronaldo yang berpose sedang memegang bola. Umurnya aku tahu persis yaitu 24 tahun (tanggal,bulan dan tahun lahir Ronaldo sama persis denganku sehingga aku tahu betul umurnya :D). Ujian selesai sekitar jam 12-an. Aku dan temen-2 kemudian makan siang dilanjutkan shalat dhuhur di musholla KPPN Jakarta II. Setelah itu aku berpisah dengan teman-temanku dan kami berharap dapat berjumpa kembali di tempat kuliah nanti: Malang. Amiiin…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s