Di Jakarta: Ujian Hari Pertama

Jakarta, 16 Mei 2009

Lanjutan dari cerita sebelumnya, sesampainya di Jakarta, kami (aku, erwin, fajar, dan eka) memutuskan untuk menginap di KPPN Jakarta I. Kebetulan teman fajar bekerja di KPPN I dan kami meminta bantuannya agar bisa tidur di sana. Kami tidur di sebuah ruang musholla yang katanya sering dipakai ibu-ibu pegawai KPPN I untuk beristirahat. Ruangannya cukup besar dan terdapat dua buah matras sehingga kami cukup nyaman untuk tidur di situ. Malam itu kami tidur sekitar pukul 11 dan rasa capek nampaknya membuat tidur kami cukup lelap.

Aku bangun pada jam setengah 5 pagi dan langsung mandi karena takut nanti akan antri buat mandi karena di situ hanya ada satu kamar mandi. Setelah itu kami sholat subuh. Selanjutnya-setelah semuanya sudah mandi- kami bersiap-siap berangkat ke tempat ujian. anak-anak KPPN curup karena mereka ikut ujian beasiswa S1 dari DI tempat ujian ada di TLC, sedangkan aku sendiri tempat ujiannya ada di kantor pusat. Aku berangkat ke kantor pusat dengan menggunakan bajaj. 10 ribu ongkosnya dari KPPN I ke kantor pusat dan kurasa itu terlalu mahal. Tapi aku tidak protes, biar sajalah…

Sesampainya di kantor pusat, aku bertemu dengan teman-teman satu angkatan. Yang pertama kulihat adalah Hazmi dan Slamet. Kemudian satu per satu teman-teman seangkatan berdatangan dan kami berkumpul terlebih dulu di depan gedung KPPN Jakarta II sebelum mengikuti ujian. Maklum, sudah lama kami tidak bertemu. Jadi, pertemuan tersebut bisa disebut sebagai ajang reuni kecil-kecilan.
Jam 7.30 kami masuk ke ruangan ujian. letaknya di lantai 3 gedung xxx (lupa namanya :D). Ujian pertama di hari pertama ini adalah tes potensi akademik. Waktu pelaksanaan ujian ini sekitar 4 jam dan selama waktu itu kami dilarang meninggalkan tmpat ujian dan bagi yang keluar pada saat ujian akan dianggap sudah selesai ujian. cukup ketat juga aturan ini. untuk soal ujian TPA ini diberikan dari Koperasi Bappenas. Ada tiga sesi dalam ujian TPA, sesi I (sinonim,antonim,hubungan kata), II (matematika dasar), dan III (penalaran dan logika bergambar). setiap sesi sendiri terdapat beberapa bagian soal. Aku sendiri agak merasa gugup waktu itu. Hal ini membuatku agak lambt dalam mengerjakan soal dan lumayan banyak juga soal-soal yang tidak kujawab. Secara pribadi, aku merasa tidak puas dengan apa yang kukerjakan pada ujian TPA ini. Namun, aku tetap optimis karena masih ada ujian selanjutnya yaitu TOEFL Prediction dan aku berharap pada ujian TOEFL ini bs lebih baik lagi.

Ujian TOEFL diadakan sekitar jam 13.30 setelah sebelumnya kami diberikan waktu untuk istirahat makan siang dan sholat. Soal-soal tes toefl ini berasal dari pusat bahasa univ atmajaya. seperti tes toefl lainnya, tes toefl pada ujian seleksi beasiswa s1 djpbn juga terdapat tiga sesi, yaitu listening, written and structure, dan reading comprehensive. Bagian pertama adalah listening. bagian ini berisi percakapan dalam bahasa inggris (ya iyalah namanya juga tes toefl ya pake bahasa inggris) yang diucapkan oleh native speaker yang diperdengarkan dengan menggunakan tape recorder. kebetulan aku duduk di dekat sound system dan aku berharap itu bisa membantuku untuk lebih memahami dengan jelas isi percakapan. Namun ternyata tetap saja hal itu tidak begitu berdampak signifikan. aku kurang begitu memahami percakapan pada setiap soal dan ini membuatku menjawab soal sekenanya asal tembak. 50 soal listening terasa cukup lama karena begitu banyak percakapan yang tak kupahami. Bagian kedua dan ketiga, yaitu written and structure dan reading comprehensive dikerjakan dalam satu waktu. panitia membebaskan kami untuk memilih bagian soal mana yang akan dikerjakan terlebih dahulu. sama seperti pada bagian listening, aku kembali menemui kesulitan pada bagian written dan reading. intinya soalnya “angel-angel” (susah banget-red). Setidaknya bagiku, entah bagi yang lain.

Tes toefl ini selesai pada pukul 4 sore. Bisa dianggap kurang begitu sukses. Namun sekali lagi, aku tetap berharap bisa sukses di seleksi ini dan bisa kuliah lagi. Ya…setelah usaha dilakukan tidak ada salahnya kita berharap yang terbaik. Begitu lah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s