(belum) back to school

Cerita ini seputar niat saya untuk kembali kuliah setelah lulus dari Prodip III kebendaharaan negara. pada saat lulus DIII September 2006, saya merencanakan untuk back to school/kuliah lagi setelah dua tahun sejak kelulusan. namun, rencana tinggallah rencana. Hingga saat ini, Mei 2009 atau sudah dua tahun setengah saya lulus belum kembali lagi kuliah. selain terlambat dalam hal pengangkatan CPNS, adanya persiapan yang kurang matang menjadi alasan keterlambatan tersebut.

Sebenarnya pada Februari 2009 kemarin harusnya aku sudah bisa mendaftar kuliah di Universitas Terbuka (UT). namun, karena masih ada beberapa kekurangan syarat, aku memutuskan untuk menunda masuk UT sambil berharap dapat mengikuti program beasiswa S1 DJPB tahun 2009. Program beasiswa ini memang diperuntukkan bagi pegawai di lingkup ditjen perbendaharaan dan sudah tiga tahun ini diadakan.

Pada awal bulan April 2009 keluarlah surat mengenai pendaftaran seleksi beasiswa S1 tersebut. di surat itu disebutkan bahwa syarat minimal agar bisa mengikui program beasiswa itu adalah minimal sudah mempunyai masa kerja golongan minimal 2 tahun per 1 Agustus 2009. syarat ini lah yang kemudian menimbulkan perdebatan di kantorku. apabila masa kerja dihitung dari pengangkatan CPNS, angkatanku belum bisa ikut karena masih kurang dua bulan. Namun, apabila dihitung dari lulus kuliah, angkatanku sudah bisa ikut karena sudah lebih dari dua tahun. perbedaan tafsiran terhadap hitungan masa kerja ini membuat sebagian temanku ada yang diusulkan dan sebagian lagi tidak diusulkan mengikuti seleksi beasiswa ini. aku dan teman2 kantorku termasuk yang ga diusulkan dengan alasan takut hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di kemudian hari. kepala kantor dari teman2ku yang diusulkan berpendapat bahwa biarlah orang pusat yang menentukan apakah angkatan kami bisa atau tidak untuk ikut beasiswa s1.

Dan, akhirnya pada awal Mei keluar lah hasil seleksi administratif bagi para pengusul beasiswa. dan ternyata teman2ku yang diusulkan dibolehkan mengikuti ujian tertulis. Aku sendiri sangat kecewa dengan hal tersebut. aku berpikir kenapa sebelum deadline pengusulan aku tidak berusaha membujuk kepala kantorku agar diusulkan mengikuti beasiswa. namun, nasi telah menjadi bubur. Berharap ada pendaftaran susulan pun rasanya tidak mungkin lagi. yah..semua itu harus diterima dengan lapang dada (walaupun sejujurnya dalam hati ini ada rasa iri-kenapa temen2ku yang lain bisa ikut sedangkan aku tidak-. Ikhlas…itulah kuncinya. susah memang tetapi aku harus belajar menerima sesuatu dengan ikhlas dan yang terpenting jangan berputus asa, tetap melangkah ke depan, dan berusaha dengan lebih baik lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s