Modul Penerimaan Negara (Bagian 3)

Penatausahaan, Pelimpahan, dan Pelaporan Penerimaan Negara oleh Bank/Pos Persepsi

Penatausahaan Penerimaan Negara oleh Bank/Pos Persepsi

Bank/Pos mempunyai peranan yang sangat penting dalam pelaksanaan MPN. Di dua lembaga ini semua setoran penerimaan negara dihimpun. Wajib bayar/wajib setor datang ke Bank/Pos untuk membayar penerimaan negara baik penerimaan perpajakan maupun penerimaan bukan pajak. Bank/Pos yang telah ditunjuk menjadi Bank/Pos Persepsi harus membuka layanan pembayaran penerimaan negara selama jam pelayanan kas yang biasanya sampai dengan pukul 15.00 waktu setempat (walaupun pada kenyataannya kebanyakan bank-bank hanya menerima setoran pajak/non pajak sampai dengan pukul 10.00 atau 11.00 waktu setempat).

Seperti yang telah dikemukakan dalam bagian 2, pembayaran penerimaan negara dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu melalui loket/teller Bank/Pos dan melalui fasilitas e-banking. Oleh karena itu, penatausahaan penerimaan negara oleh Bank/Pos juga dapat dibedakan menjadi dua, yaitu penatausahaan penerimaan yang dibayar langsung di loket/teller dan penatausahaan penerimaan yang dibayar melalui fasilitas e-banking.
1. Penatausahaan penerimaan setoran melalui loket/teller bank
a. Menerima surat setoran penerimaan negara dalam rangkap 4 (empat) dan meneliti kelengkapan pengisian dokumen dan uang yang disetorkan;
b. Mengkredit setoran ke rekening Persepsi, Devisa Persepsi, PBB, atau BPHTB sesuai jenis setoran yang diterima;
c. Melakukan pengesahan dengan menerbitkan BPN setelah mendapatkan NTPN dalam rangkap 4 (empat), dengan peruntukan lembar ke-1 dan ke-3 untuk penyetor, lembar ke-2 untuk KPPN, dan lembar ke-4 untuk Bank/Pos;
d. Surat setoran yang sudah disahkan dan ditandatangani petugas Bank/Pos, lembar ke-1 dan ke-3 disampaikan kepada penyetor, lembar ke-2 untuk KPPN, dan lembar ke-4 untuk Bank/Pos;
e. Menerbitkan BPN atas setoran yang diterima melalui Cabang/Cabang Pembantu Bank/Pos yang on-line setelah mendapatkan NTPN dari MPN.

2. Penatausahaan penerimaan setoran melalui e-banking
a. Mengkredit setoran ke Rekening Kas Negara yang diterima melalui fasilitas e-banking yang dilakukan oleh Wajib Pajak/Wajib Bayar/Wajib Setor/Bendahara Penerimaan berdasarkan NRP yang dihasilkan dari Sistem Registrasi Pembayaran;
b. Menginformasikan NTPN dan NTB kepada pihak penyetor melalui media e-banking;
c. Mencetak BPN sesuai dengan kebutuhan.

Gangguan Jaringan (Offline)
MPN merupakan system online antara Bank/Pos dengan database MPN di Depkeu. Dalam pelaksanaannya, terkadang terjadi putusnya hubungan antara Kantor Pusat Bank/Pos dengan database MPN (jaringan offline). Gangguan ini mengakibatkan setoran penerimaan negara yang diinput oleh petugas bank/pos belum bisa mendapatkan NTPN dari database MPN. Dalam kondisi seperti ini, bank/pos melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
a. wajib menerima setoran penerimaan negara;
b. mengadministrasikan penerimaan negara secara offline dan memberikan NTB/NTP pada bukti setor;
c. memberitahukan secara tertuIis kepada KPPN mitra kerjanya atas terjadinya gangguan jaringan komunikasi;
d. melakukan prosedur perekaman ulang pada saat jaringan komunikasi telah dapat berjalan normal.

Prosedur Reversal
Hal lain yang patut menjadi perhatian adalah proses reversal (pembalikan). Proses reversal dilakukan apabila terjadi kesalahan perekaman elemen-elemen data setoran penerimaan negara. Reversal hanya boleh dilakukan sebelum Laporan Harian Penerimaan (LHP) disampaikan ke KPPN. Apabila kesalahan perekaman baru diketahui setelah LHP dikirim ke KPPN, Bank/Pos harus memberitahukan secara tertulis kepada KPPN/Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan.

Pelaporan Penerimaan Negara oleh Bank/Pos

Atas penerimaan negara yang diterima, Bank/Pos Persepsi secara harian membuat Laporan Harian Penerimaan (LHP) yang berisi penerimaan diterima setelah pukul 15.00 hari kerja sebelumnya sampai dengan pukul 15.00 hari kerja bersangkutan. LHP ini terdiri atas Rekapitulasi Penerimaan dan Pengeluaran, Rekap Nota Kredit dan Daftar Nominatif Penerimaan. LHP beserta Bukti Penerimaan Negara (BPN) dan Arsip Data Komputer (ADK) disampaikan ke KPPN paling lambat pada pukul 09.00 waktu setempat hari kerja berikutnya (berdasarkan praktek yang terjadi di KPPN Lubuk Linggau, umumnya Bank menyampaikan LHP dan ADK pada sore hari itu dari pukul 15.00 sampai dengan yang terakhir pukul 16.30 WIB. Hal ini dimungkinkan karena lokasi Bank yang tidak terlalu jauh dengan KPPN Lubuk Linggau, yaitu sekitar 5 s.d. 7 km. Penyampaian LHP dan ADK lebih cepat sangat membantu KPPN dalam memproses ADK tersebut sehingga Laporan Kas Posis (LKP) yang disusun oleh Seksi Bendum juga bisa lebih cepat diselesaikan).

Pelimpahan Penerimaan Negara oleh Bank/Pos
Pelimpahan penerimaan negara oleh Bank/Pos Persepsi saat ini berlaku mekanisme sebagai berikut:
– untuk Bank/Pos Persepsi yang belum mengikuti uji coba pelimpahan penerimaan pada hari kerja berikutnya, pelimpahan penerimaan negara dilakukan pada hari Selasa, Jumat dan hari kerja pertama setiap bulan. Pelimpahan ini dilakukan langsung ke rekening nomor 501.000.00x pada BI KPPN induk paling lambat pukul 10.00 waktu setempat. Khusus untuk penerimaan PBB dan BPHTB, pelimpahan dari bank persepsi PBB/BPHTB ke BO III PBB/BPHTB dilakukan pada hari Jumat, untuk kemudian dibagi sesuai dengan proporsinya pada hari Rabu untuk BPHTB dan hari Jumat untuk PBB.

-Untuk Bank/Pos Persepsi yang sudah mengikuti uji coba pelimpahan penerimaan negara pada hari kerja berikutnya, pelimpahan penerimaan negara-kecuali penerimaan PBB/BPHTB-dilakukan pada hari kerja berikutnya paling lambat pukul 10.00 waktu setempat ke rekening nomor 501.000.00x pada BI KPPN induk (untuk Bank Persepsi di wilayah kerja KPPN Lubuk Linggau, BCA Lubuk Linggau sudah mengikuti uji coba pelimpahan hari kerja berikutnya mulai tanggal 16 Januari 2009 sedangkan Bank Persepsi lain baru mengikuti uji coba tahap IV, yang dimulai pada tanggal 10 maret 2009 untuk pelimpahan penerimaan hari Jumat tanggal 6 Maret 2009).

Sebagai tambahan, ke depannya pelimpahan penerimaan negara ini akan dilakukan setiap hari pada akhir hari kerja (sore hari) seperti yang terjadi pada akhir tahun anggaran. Rencananya mekanisme ini akan mulai berlaku pada 2010 (cybernew.com). Hal ini sesuai dengan konsep Treasury Single Account (TSA), yaitu setiap hari penerimaan pada Bank/Pos Persepsi harus dilimpahkan ke Rekening Kas Umum Negara. Namun, pelaksanaan mekanisme ini memang perlu dikaji lebih lanjut mengenai pembayaran imbalan jasa atas layanan Bank/Pos terkait dengan setoran penerimaan negara.

Sumber: Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-78/PB/2006 dengan beberapa tambahan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s