Menampilkan Daftar Tweet dengan PHP CodeIgniter

Postingan kali ini akan membahas bagaimana menampilkan daftar tweet pada view Codeigniter. Library yang digunakan pada postingan ini adalah Abraham TwitterOauth. Informasi yang ditampilkan dapat berupa timeline dari seorang user, daftar tweet sesuai dengan kata kunci pencarian, dan lain-lain. Pada postingan ini, informasi yang ditampilkan adalah daftar tweet sesuai kata kunci pencarian, yaitu #pemalang. Langkah-langkah yang dilakukan untuk melakukan hal tersebut adalah sebagai berikut:
1. Mendapatkan Consumer key dan access token. Caranya dapat dilihat di sini.
2. Download library Abraham TwitterOauth di sini.
3. Ekstrak library Abraham TwitterOauth yang sudah didonlot. Copy-kan empat folder hasil ekstrak (config, controllers, libraries, third_party) ke dalam folder Application dari Codeigniter.
4. Buka file twitter.php pada folder Application/config. Isikan consumer key dan access token yang didapatkan dari langkah 1.

config-twitterouath

Setting consumer key dan access token

5. Buat controller, misalkan dengan nama c_twitter.php. Adapun kodingnya adalah sebagai berikut.

<?php defined('BASEPATH') OR exit('No direct script access allowed');

class C_twitter extends CI_Controller
{

public function __construct()
{
parent::__construct();
$this->load->library('Twitteroauth');
// Loading twitter configuration.
$this->config->load('twitter');
}

function index()
{
$jumlah_tweet = 100;
$keyword = '#pemalang'; //kata kunci pencarian

//membuat koneksi ke Twitter API
$connection = $this->twitteroauth->create($this->config->item('twitter_consumer_token'), $this->config->item('twitter_consumer_secret'), $this->config->item('twitter_access_token'), $this->config->item('twitter_access_secret'));

$data['tweets'] = $connection->get("search/tweets", ["q" => $keyword,"count" => $jumlah_tweet,"lang"=>"id"]);

$this->load->view('list_tweet_2',$data);
}

}

6. Membuat view untuk menampilkan daftar tweet sesuai dengan keyword dan jumlah tweet yang telah ditentukan. Kode dari view tersebut adalah sebagai berikut.

<?php if(!defined('BASEPATH')) exit ('No direct script access allowed');?>
<div id="main-content">
<div class='title' align="center">DAFTAR TWEET</div>
<table class='data' width='100%'>
<tr>
<th width='5%' align='center'>No</th>
<th width='15%' align='center'>Id Str</th>
<th width='15%' align='center'>Username</th>
<th width='50%' align='center'>Tweet</th>
<th width='15%' align='center'>Created At</th>
</tr>
<?php $no = 1; foreach ($tweets->statuses as $tweet)
{
?>
<tr>
<td><?php echo $no;?></td>
<td><?php echo $tweet->id_str;?></td>
<td><?php echo $tweet->user->screen_name; ?></td>
<td><?php echo $tweet->text;?></td>
<td><?php echo date('d-m-Y h:i:s',strtotime($tweet->created_at));?></td>
</tr>
<?php $no++; } ?></table>
</div>

Jika berhasil, tampilan dari kode tersebut adalah sebagai berikut.

daftar_tweet

Tampilan daftar tweet

suichal signature

(Seperti) Kuliah di Jepang

Sebagian dari kita mungkin memimpikan untuk kuliah di luar negeri, termasuk saya. Pada postingan terdahulu sekali, ada beberapa negara yang menjadi tujuan jika saya melanjutkan kuliah di luar negeri, salah satunya adalah Jepang. Tapi, kenyataan kadang-kadang tidak atau belum sesuai dengan keinginan. Alhamdulilah, saat ini saya sudah kuliah lagi, tetapi di dalam negeri. bukan di luar negeri. Tepatnya di salah satu kampus teknik di Bandung.
Saya memang belum berhasil mewujudkan keinginan saya untuk kuliah di Jepang. Namun, ada beberapa hal yang membuat saya seolah-olah saat ini sedang kuliah di Jepang, yaitu sebagai berikut.

1. Cuaca
Jepang merupakan negara yang beriklim dingin, bahkan bersalju. Bandung juga demikian. Walaupun tidak sedingin di Jepang, tapi dinginnya sudah lumayan membuat badan menggigil, apalagi jika waktu dini hari.

2. Lingkungan Kampus
Ada beberapa bangunan dan tempat di kampus saya saat ini yang menurut saya–yang belum pernah pergi ke Jepang– mirip dengan tempat di Jepang. Selain itu, di sini juga ada pohon yang–menurut saya–bunganya mirip bunga sakura di Jepang. Jika kurang percaya, berikut ada gambar penampakannya.

 foto-gedung-kampus-itb-fb-eni  foto-parkiran-itb-fb-deni
 sumber gambar: Facebook_1  sumber gambar: Facebook_2

3. Maudi Ayunda
Salah satu alasan saya ingin kuliah adalah agar bisa bertemu dengan Yui. Hubungannya dengan Maudi Ayunda apa? Mungkin ada yang jawab, “paling tetanggaan”. Padahal bukan itu jawabannya. Yui adalah penyanyi yang bisa bernyanyi (pastinya) dan juga bermain gitar. Demikian pula Maudi Ayunda. Jadi, jika di Jepang ada Yui, maka di Indonesia, lebih tepatnya Bandung, ada Maudi Ayunda.

 yui  maudi-ayunda

suichal signature

Bukan Kebetulan

Kejadian 1
Sedikit mengingat-ingat kejadian setahun lebih yang lalu. Di tengah perjalanan naik motor dari Cempaka Baru menuju Bintaro, Tangerang. Karena belum tahu jalan menuju Bintaro, saya hanya mengandalkan papan petunjuk arah di sepanjang jalan. Sampai di sebuah lampu merah, saya mencoba bertanya kepada seorang pengandara motor lain.

“Mas, kalo mau ke Bintaro lewat mana ya?”, tanya saya kepada pengendara tersebut.
“Lewat sana mas.. Saya mau ke Bintaro juga, mas ikuti saya aja”. Begitu kira-kira jawaban dari pengendara motor tersebut.

Wah, (bukan) kebetulan sekali.. Mendengar jawaban itu saya pun jadi sumringah karena tidak perlu repot-repot lagi melihat papan penunjuk jalan. Setelah itu saya pun mengikuti dari belakang si mas pengendara motor matic itu sampai di sebuah jalan sebelum Bintaro Plaza.
Alhamdulillah…

Kejadian 2
Beberapa minggu lalu, saya hendak menuju ke BEC untuk men-service laptop saya. Biasanya saya menggunakan Waze, salah satu jenis aplikasi penunjuk jalan. Namun, karena sedang tidak ingin menggunakan aplikasi tersebut, saya hanya coba mengingat rute jalan menuju BEC. Sampai di sebuah lampu merah di bawah jembatan layang, saya agak-agak lupa kemana arah jalan selanjutnya. Saya pun bertanya kepada pengendara motor di samping saya.

“Mas, kalo mau ke BEC lewat mana ya?” Tanya saya.
“Oh.. itu jalan depan belok kanan mas. Tapi saya mau ke RE Martadinata nih, ikut saya saja, nanti dari situ masnya belok kanan.” Begitu kira-kira jawaban si masnya.

Wah, (bukan) kebetulan sekali.. Saya pun membuntuti masnya sampai jalan RE Martadinata sebelum belokan ke BEC.
Alhamdulillah…


 Pelajaran yang dapat ditarik dari dua kejadian di atas adalah:

  • Tidak ada sesuatu yang kebetulan, semua pasti sudah ada yang ngatur.
  • Pertolongan itu bisa datang di saat yang tepat, kapan saja, tanpa disangka-sangka.
  • Asal niatnya baik, insyaAllah diberi kemudahan.

suichal signature

8 tahun

Hari ini dapat notifikasi seperti di bawah ini dari WordPress.

8 tahun wordpress blog-edit

Tak terasa blog yang entah isinya apa-apa ini berusia 8 tahun. 8 tahun yang berarti satu windu. Selama 8 tahun tersebut sudah ada 142 postingan (143 jika postingan ini dihitung) atau rata-rata 1,49 pos per bulan. Jumlah yang menurut saya sendiri lumayan mengenaskan  baik. Target saya dulu adalah 1 bulan 1 postingan, jadi bisa dibilang melampaui target, walaupun jika dilihat sebarannya tidak merata tiap bulannya.

8 tahun lalu berarti tahun 2008. Saat itu saya masih berada di Lubuk Linggau. Saya sendiri lupa alasan saya membuat blog, tapi yang jelas tujuan pertamanya adalah memperkenalkan dusun saya, sumurmunding, kepada dunia. Tujuan yang mulia sekali bukan?. Dan karena tujuan itu pula saya berusaha tetap menulis, walaupun dengan postingan-postingan yang ga jelas dan ga bermutu sama sekali. Karena ada pepatah yang mengatakan, “menulislah, maka kamu ada”. Demikian.

suichal signature

Ano hi ni kaeritai – Shimokawa Mikuni

Ano hi ni kaeritai ( i wanna back to that day) merupakan lagu yang dibawakan oleh Shimokawa Mikuni. Lagu yang –dulu sempat– membuat saya ingin belajar bermain piano. Lagunya cukup pendek tetapi lumayan enak didengarkan. Berikut lirik lagunya. [NB: artikel ini sudah lama dibuat tapi entah kenapa belum diposting sebelumnya :D]

[id: vnvqwcsk]
[ar: Shimokawa Mikuni]
[ti: Ano hi ni Kaeritai]
[al: Full Metal Panic! The Second Raid OP ED – 南風 / もう一度君に会いたい]
[by: Reinzo5]
[Encoding: unicode]
[length: 02:34]
[00:00.00]Ano hi ni Kaeritai
[00:04.64]
[00:06.27]Lyrics, Composition and Vocals by Shimokawa Mikuni
[00:10.02]Piano: Abe Jun
[00:13.26]
[00:16.88]Sukoshi mukashi ni modorou
[00:24.30]ALBUM hirogete
[00:30.67]Mujaki ni waratta yokogao
[00:38.03]Fuan wa nai ne…
[00:41.40]
[00:43.58]Aitai yo hashitte yuku kara
[00:50.19]Tsutaetai yo ookina koe de
[00:58.12]
[00:59.37]Kowai mono nante hitotsu mo nakatta
[01:05.92]Ano hi ni kaeritai
[01:12.53]Kizutsuku koto mo waraiau koto mo
[01:21.26]Wasurenai omoide
[01:28.86]
[01:41.97]Kono hoshi ni umare soshite deatte
[01:48.40]Ashita wo yume mitari
[01:54.88]Onaji toki wo sugoshita ne futari ha
[02:05.30]Kawaranai yo zutto
[02:11.81]
[02:13.87]Donna negai mo kanau to
[02:20.92]Shinjite ita…
[02:27.21]

 

[Catatan : copy paste lirik lagu ini ke dalam notepad, lalu simpan dengan ekstensi .txt atau .lrc atau langsung copy paste pada lyric editor minilyrics agar lirik lagu muncul pada saat lagu diputar pada winamp/program pemutar musik lain]

Leicester City, Jilbab Traveler dan Keajaiban

REPUBLIKA.CO.ID, Seorang mahasiswa dari Indonesia yang sedang studi di Leicester berencana pulang dan ingin membawa cendera mata dari kota tersebut. Lalu dipilihlah jersey Leicester City sebagai kenang-kenangan.Ketika memilih kaos tim, sang penjual bertanya apakah ia ingin menambahkan label Liga Premier di jersey tersebut? Sang mahasiswa menolak, pertama karena harga label juga tidak murah, kedua, dan ini alasan terpenting, klub tersebut sedang dalam ancaman degradasi. Artinya label Liga Premier tak lagi tepat bersandang di jersey Leicester jika klub berjulukan The Foxes tersebut terdegradasi.

Uraian di atas adalah gambaran Leicester tahun lalu. Tepat di bulan April 2015, Leicester masih berada di dasar klasemen Premier League dan terancam degradasi.

Akan tetapi, setelah berhasil lolos dari zona degradasi musim lalu, kiprah Leicester City di musim ini seperti kisah dongeng yang terjadi di dunia nyata.

Klub yang tahun lalu sempat berada di dasar klasemen secara ajaib mengalahkan klub-klub besar yang berlipat ganda kekayaannya, dan muncul sebagai juara. Leicester menjadi klub berbiaya rendah pertama di era modern Liga Premier Inggris sejak 1992 yang menduduki posisi nomor satu.

Nilai skuat Leicester saat ini tak sampai 10% dari nilai skuat City yang menempati posisi keempat. Gaji pemain Leicester hanya seperempat dari gaji pemain City. Riyad Mahrez, pemain Leicester terpilih sebagai pemain terbaik Liga Inggris, mengalahkan Mezut Oezil yang bernilai komersial 100 kali lipat lebih tinggi.

Sebelumnya, pemain asal Aljazair ini ditolak berbagai akademi sepakbola Perancis dan Skotlandia karena tubuhnya rapuh dan dianggap tidak mampu bersaing. Jamie Vardy, top skorer Leicester, dulu hanya bermain di tim amatir dan bekerja paruh waktu sebagai buruh teknisi selain bermain bola.

Dengan fasilitas lebih minim, klub ini berhasil mencetak sejarah. Menjadi juara pertama kali di kasta tertinggi. Leicester butuh berkompetisi selama 48 musim. Periode penantian tersebut merupakan yang terlama dalam sejarah klub Inggris. Media mengungkap Leicester “Dari kelompok pecundang jadi barisan pahlawan.”

Bagi banyak orang, kemenangan Leicester bukan sekadar mencetak sejarah, tapi juga sumber inspirasi.

Striker Sunderland Jermain Defoe mengungkap,”Cerita (Leicester) luar biasa. Tapi Anda berpikir, jika mereka dapat melakukan itu mengapa kita tidak?” kata Defoe kepada media Inggris.

Manajer Arsenal Arsene Wenger menyambut keajaiban di musim ini,“Tentu saja ini bagus untuk sepakbola Inggris, ini bagus untuk semua orang di sepakbola di seluruh dunia untuk melihat tim-tim yang tidak memiliki budget besar di awal, namun mereka bisa bersaing.”

Apa yang terjadi pada Leicester kembali membuktikan bahwa setiap kita, Allah beri kemampuan mewujudkan keajaiban dalam berbagai skalanya. Memandang langit biru dan keriuhan Kinari Bazaar di India, hati saya dipenuhi syukur.

Merayapi kesibukan di hadapan mata, dari apa yang mereka sebut sebagai food street sampai gold street. Pasar yang telah berdiri sejak dulu dan menjadi tujuan belanja bagi semua orang bahkan pihak kerajaan kala itu.

Ya, raja-raja muslim di Delhi, mengunjungi pasar tua Kinari biasanya usai menunaikan sholat di masjid badshahi yang terletak di ujung Chandiny chowk, lalu lalang paling sibuk di Delhi.

Lebih dari tiga puluh tahun lalu ketika masih kecil, perjalanan keluar negeri bagi saya hanya seperti impian yang memerlukan banyak keajaiban untuk menjadikannya nyata. Mengingat kehidupan kami yang tinggal di pinggir rel kereta api sangat minim. Hiburan favorit saat itu adalah berkunjung ke rumah kerabat yang memiliki kulkas besar di mana terpajang magnet dari berbagai negara di pintunya.

Ketika beranjak remaja, saya percaya impian bisa diraih dengan belajar keras. Alhamdulillah, sejak di SD, SMP hingga SMA saya selalu juara kelas. Akan tetapi sekali lagi impian menjelajah bumi Allah yang begitu luas tetap seolah tak terjangkau.

Karena berbagai penyakit yang saya tanggung, saya terpaksa berhenti kuliah dan gagal menjadi sarjana.

Namun dalam hati kecil, saya ingin meyakini Allah SWT sudah membekali setiap orang dengan potensi untuk menciptakan ‘kejutan’ masing masing. Dengan menulis, kemampuan yang awalnya saya merasa tidak memiliki bakat di bidang itu, telah menjadi jalan dari Allah yang menerbangkan saya ke 60 negara dan 316 kota di dunia. Menjadi Jilbab Traveler.

Ternyata memang tidak butuh sim salabim untuk menciptakan sebuah kejutan atau keajaiban, karena setiap kita sejatinya sudah dibekali kemampuan untuk mewujudkan  keajaiban-keajaiban kecil hingga besar.

Saat ini, kita melihat begitu banyak hal-hal luar biasa -nyaris mustahil- yang bertebaran di sekeliling, dan sering luput dari perhatian bahkan tak jarang kita abaikan.

Dulu, timnas Irak dalam keadaan perang dan keributan internal bisa menjadi juara Asia. Atau singapura, negara kecil miskin ketika berdiri, namun menjadi salah satu negara termaju dan terkaya di dunia. Bangsa Indonesia juga bisa menjadi bangsa terbesar di dunia dengan semua potensi yang ada.

Demikian juga setiap manusia, semua diberi kemampuan -seringkali tersembunyi dan menunggu ditemukan- untuk mewujudkan mimpi-mimpi dalam hidupnya. Tinggal pertanyaannya, apakah kita ingin menjadi bagian dari begitu banyak pekerja keras yang mengalahkan ketidakmungkinan

Atau sekadar termangu dan hanya menjadi saksi kejutan serta deret keajaiban yang dibuat para pejuang kehidupan.

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/kolom/resonansi/16/05/06/o6rh7t257-leicester-city-jilbab-traveler-dan-keajaiban?ref=yfp