Ya sudah lah..

Sudah lama sekali ngupdate blog ini.. Ada beberapa ide sebenarnya yang bisa ditulis, tapi karena sudah saking lamanya ga nulis jadi sepertinya sulit sekali untuk memulai lagi.. Ide yang ringan-ringan saja sebenarnya, bukan tulisan ilmiah yang harus mikir bener-bener disertai data dan analisis. Tapi ya itu, terasa susah, ga tau harus mulai dari mana..

Hari ini, Rabu, 17 April 2019 adalah waktunya pemilu legislatif dan presiden. Pastinya semua sudah tahu sih.. Tapi aku baru ngeh kalo tanggal 17 April 2019 itu pemilu ketika membeli tiket kereta api tanggal 18 April 2019. Karena pas lihat kalender liburnya tiga hari aku langsung beli di tanggal itu dan sedikit heran ketika ternyata tiket di tanggal 18 April 2019 masih lumayan banyak. Heran saja karena biasanya kalo ada libur panjang tiket kereta langsung habis jauh-jauh hari sebelumnya. Setelah beberapa saat dan ngecek-ngecek kalender lagi ternyata tanggal 17 April ada pemilu. Jadi pantas saja tiket tanggal 18 April masih banyak karena orang-orang lebih memilih pulang tanggal 16 April ditambah cuti sehari sehingga bisa dapat liburan yang lebih panjang.

Kejadian itu (membeli tiket kereta api tanpa melihat event-event di sekitar tanggal tiket yang dibeli) menurut analisisku sendiri (baca: ngeles) terjadi karena aku sudah lama tiket menggunakan kereta api sebagai sarana pulang balik dari Jakarta ke Pemalang. Jenis transportasi yang sering digunakan menurutku berpengaruh terhadap ketajaman visi seseorang dalam melihat sesuatu di masa depan (#apa sih :D). Bagi yang terbiasa naik kereta api, karena tempat duduknya terbatas dan rebutan tiket kereta yang lebih murah, menurutku sih lebih visioner. Mereka lebih aware terhadap hari-hari libur bahkan mungkin ketika kalender untuk tahun depan baru muncul. Mereka langsung menandai waktu-waktu yang ada libur panjang dan ketika tiket kereta untuk liburan panjang dibuka, mereka langsung membeli tiket ketika penjualan tiket untuk tanggal tersebut dibuka (saat ini 3 bln sebelum/H-90).

Aku dulunya juga rutin menggunakan kereta api untuk Jakarta – Pemalang PP. Namun, selepas lulus kuliah di Bandung dan kembali ke Jakarta dan melihat kondisi jalan tol yang sudah nyambung dari Jakarta – Brebes, lebih terbiasa menggunakan bus. Sebenarnya masih lebih suka menggunakan kereta api tapi harga tiket kereta api yang lumayan lebih mahal ketimbang tiket bus, di samping jarak tempuh bus yang sekarang tidak terlalu lama seperti pada saat sebelum ada tol Jakarta-Brebes. Nah, bus yang ketempatku itu tiketnya tidak usah dipesan dulu, tapi kita bisa langsung datang ke terminal dan membeli tiket bus secara langsung (go show). Karena tiket bus bisa didapatkan secara mendadak tersebut, aku jarang sekali memperhatikan adanya libur panjang (kecuali untuk libur lebaran). Memang biasanya di terminal lebih rame dan antrian pembelian tiket yang panjang jika ada liburan panjang tapi hal itu bisa disiasati dengan menggunakan armada bus yang pada hari biasa lebih sepi dan berangkat lebih malam tetapi pada saat liburan panjang bus lebih cepat penuh dan berangkat lebih awal. Kondisi seperti ini membuatku merasa aman-aman saja ketika ada liburan panjang dan mungkin secara tidak sadar mengikis ketajaman visi dalam melihat masa depan (paling tidak 3 bulan ke depan).

Mungkin itu sedikit pembenaran kenapa aku bisa salah membeli tiket kereta api tanggal 19 April 2019 tanpa tahu jika tanggal 17-nya ada kegiatan pemilu 2019. Sebenarnya bisa di-cancel sih tiketnya, tapi ya sudah lah.. Memang sedari awal juga tidak terlalu antusias terhadap pemilu kali ini, terutama untuk pilihan legislatif. Tidak ada partai yang menarik dan tampil beda seperti P*S pada awal kemunculannya. Asumsiku masih bisa memilih untuk pilihan presiden/wakil presiden, tapi baca-baca berita tidak bisa begitu saja bisa ikut pilpres dengan e-ktp saja, jadi ya sudah… Lagi pula calon yang aku pilih biasanya kalah sih. Bukan hanya pilpres, pilgub, pilbup, bahkan pilkades calon yang aku pilih juga kalah. Jadi, ya sudah lah.. Dengan fakta-fakta tersebut, paling tidak aku tidak merasa bersalah jika calon yang (seharusnya) kupilih kalah, hehe.. #pemikiransesat

Error 5029 pada Forticlient

Pernah mengalami error seperti di bawah ini pada saat mencoba koneksi VPN dengan Forticlient?

Error 5029-forticlient

Status koneksi berhenti pada angka 40%  dan muncul warning dengan error kode 5029. Solusi untuk masalah ini adalah dengan mengubah setting internet options pada bagian:

Internet options > Advanced > Security

Ubah settingan sesuai dengan gambar berikut:

setting ie utk fortinet

Simpan pengaturan tersebut dan coba lagi untuk koneksi vpn dengan Forticlient. Seharusnya sih sudah berhasil.

Sumber: http://kb.fortinet.com/kb/documentLink.do?externalID=FD38852

 

Memorable Place Surabaya

Postingan kali ini masih terkait dengan masa lalu. Pastinya bukan karena gagal move on juga, tapi lebih karena dapat ide nulisnya masih terkait itu. Saya tinggal di Surabaya dari Agustus 2009 s.d. Akhir Juli/Agustus 2012. Itu berarti sudah hampir 6 tahun meninggalkan Surabaya dan sampai saat ini saya belum menginjakkan kaki lagi di kota tersebut.

Tiga tahun tentunya bukan waktu yang sebentar. Banyak tempat yang ditinggali/kunjungi selama tinggal di Surabaya. Berikut ini adalah tempat-tempat tersebut.

1. Kosan TMB
Kosan TMB No.99, jika tidak salah ingat nomor rumahnya, merupakan kosan saya waktu tahun pertama di ITS, Surabaya. Lokasinya dekat dengan gedung SI, sekitar 5-10 menit jalan kaki sudah nyampai kampus. TMB, kalo tidak salah adalah singkatan dari Tegal Mulyosari Baru. TMB bisa dikatakan Mesopotamia-nya Surabaya (ini istilah yang saya sambung-sambungkan sendiri), karena letaknya tepat diantara dua sungai. Jika Mesopotamia terletak di antara Sungai Tigris dan Sungai Eufrat, sedangkan TMB terletak di antara Sungai Belakang Kosan dan Sungai Depan kosan (sebut saja namanya begitu-red). Sungai Belakang kosan lebarnya lebih sempit tapi arusnya airnya lebih lancar. Sungai Depan kosan sungainya lebih luas tetapi lebih mirip comberan, airnya keruh dan arusnya lambat. Kejadian yang paling diingat selama kos di sini adalah pernah suatu ketika di musim hujan, banjir/genangan air masuk dari ke kosan, bahkan sampai masuk ke kamar kos saya yang terletak di lantai 1. Agak menyedihkan memang dan kejadian ini menjadi alasan utama kami (saya dan Mas M dan Mas P) untuk pindah dari kosan ini setahun kemudian.

2. Primo House
Mengenai Primo House sudah pernah ditulis pada postingan ini.

3. Kosan Keputih
Merupakan kosan saya pada tahun ketiga di ITS. Saya tinggal di sini bersama Y, Mas A, dan Mas H, serta mahasiswa reguler ITS lainnya. Kosannya cukup asyik. Karena terletak di Keputih, jadi lebih dekat dengan berbagai sumber makanan, tempat futsal, dan tempat main bulutangkis.

4. Sakinah
Sakinah merupakan pusat belanja paling favorit bagi mahasiswa ITS, pada waktu itu dan mungkin juga sampai sekarang. Letaknya strategis, di depan pintu gerbang ITS Keputih. Harganya juga relatif lebih murah dibandingkan toko/supermarket lain seperti *ind*mart, *lf*mart, dan G*ant. Barang-barang yang dijual juga cukup lengkap (walaupun saya paling belinya roti2an, susu, dan B**vita sih). Review lebih lengkap tentang sakinah dapat dilihat di sini.

Selain tempat-tempat tersebut di atas, tempat lain yang cukup memorable adalah Pandan Wangi, Warung Pojok (Wapo), Primarasa, dan Warung es campur dekat Masjid Agung Al Akbar Surabaya. Ya.. Semua tempat tersebut adalah warung makan/restoran, karena kami (Saya dan 12 teman lainnya-red) waktu kuliah di ITS termasuk sering sekali makan-makan a.k.a wisata kuliner, hehe..

Memorable Place Jatingangor – Bandung

Sudah lama sekali tidak mengupdate blog ini. Kali ini iseng-iseng coba menulis lagi, tentang beberapa tempat yang paling diingat/sering dikunjungi selama kurang lebih 1,5 tahun tinggal di Bandung dan sekitarnya. “Gagal move on?” Ga juga sih… Cuma buat pengingat dan isi-isi blog saja yang sudah lama kosong.

Baiklah, berikut ini tempat-tempat yang menurut saya cukup memorable selama tinggal di Bandung dan sekitarnya.

1. Kosan Sukawening
Saya tinggal di kosan ini bersama tiga teman kulian yang lain, yaitu Mas A, Mas D, dan Mas T. Kami mendapatkan informasi tentang kosan di sini dari kakak kelas. Lokasinya lumayan strategis karena dekat dengan jalan raya sehingga mudah ketika pulang/balik dari kampung. Pada awalnya kami sempat ada niat pindah dari kosan ini karena pada saat awal nego kosan tidak tahu bahwa ada seekor anjing (kami memanggilnya doggy) yang ikut tinggal di kosan tersebut. Namun, karena dijanjikan bahwa si doggy mau dikeluarkan dari kosan, maka kami tidak jadi pindah dari kosan tersebut. Janji yang tidak sesuai dengan kenyataan karena doggy masih tetap tinggal di kosan sampai kami keluar dari kosan tersebut setahun kemudian, bahkan mungkin masih ada sampai sekarang. Karena saking kesalnya dengan doggy saya sempat berharap ketika si doggy sedang riang gembira bermain di jalanan tiba-tiba nyelonong dan tertabrak kendaraan yang lewat. Namun, harapan itu tidak menjadi kenyataan, setidaknya sampai kami keluar dari kosan tersebut.

2. CSC
Cyber Security Research & Development Center (CSC) merupakan gedung yang dibangun dari hasil bantuan dari Pemerintah Korsel. Gedung ini menjadi tempat kami sehari-hari kuliah pada semester 1 dan semester 2. Suasana di gedung ini cukup sunyi karena hanya dipakai oleh jurusan S2 CIO, LTI, dan RMKI saja. Ada penghuni lain sih, yaitu koreawan dan koreawati yang menjalani semacam pelatihan sebelum mencari pekerjaan di Indonesia. Mungkin program ini menjadi imbal jasa bagi Pemerintah Korsel karena telah memberikan bantuan dalam pembangunan gedung ini.

3. Kosan F12
Kosan yang yang saya tinggali saat pindah ke Bandung. Lokasinya di daerah Pasteur, tepatnya di belakang Griya Pasteur. Kosan ini didominasi oleh karyawan PT DI yang memang lokasi pabriknya tidak jauh dari kosan tersebut. Kosan ini termasuk murah untuk ukuran kosan di Bandung. Kamarnya sempit, tetapi ada kamar mandi di dalam sehingga bisa lebih leluasa dalam berak-tivitas :D.

4. Ruang Residensi
Merupakan tempat yang menurut saya paling keramat :D.  Ruangan ini menjadi saksi bagi saya dan beberapa teman lainnya yang satu bimbingan dalam menyelesaikan tesis, satu hal yang membuat kuliah yang sebenarnya enak menjadi tidak enak. Ruangan residensi ini terletak di sebelah ruangan dosen pembimbing kami. Ruangannya tidak terlalu luas, mungkin 3 x 7 m, tetapi cukup tertutup dari luar sehingga cukup enak buat merenung, meratapi nasib, berkeluh kesah dan lain-lain. Tempat favorit saya di ruangan ini adalah di bagian pojokan dekat jendela, karena 1) dekat dengan penghangat air sehingga lebih mudah jika ingin membuat minum/masak mie instan, 2) bisa melihat pemandangan hijau di luar sehingga bisa sedikit menghilangkan rasa suntuk/bosan, 3) posisi meja lebih rendah sehingga lebih nyaman dan tidak cepat lelah jika berlama-lama duduk di situ, 4) Bisa dengan mudah lompat ke luar jendela ketika tiba-tiba merasa stres karena tesis yang tidak kunjung ada kejelasan.

Membuat Daftar Singkatan pada Ms. Word 2013

Daftar singkatan biasanya dibutuhkan dalam membuat laporan/karya tulis. Untuk membuat daftar singkatan pada Ms Word 2013 dapat menggunakan beberapa cara, misalkan bookmark, index, atau mungkin cara lain jika ada. Pada postingan ini, cara yang digunakan adalah dengan menggunakan bookmark.

Untuk membuat daftar singkatan dengan menggunakan bookmark caranya adalah sebagai berikut.

1. Blok kata singkatan, kemudian pilih menu Insert–>Bookmark. Tambahkan kata tersebut pada bookmark.
daftar singkatan 1
2. Lakukan hal yang sama untuk singkatan lain.
3. Tempatkan kursor pada halaman daftar singkatan akan dibuat.
4. Pilih menu Insert–>cross-reference (atau bisa juga menu References–>cross-reference), akan muncul jendela Cross-reference. Reference type dipilih Bookmark, Insert reference to dipilih Bookmark text, pilih teks yang akan dimasukkan ke daftar singkatan kemudian klik Insert.
daftar singkatan 2
5. Masih di jendela Cross-reference, ubah isian reference to menjadi Page number untuk memasukkan pada halaman berapa singkatan tersebut muncul (dalam contoh ini adalah halaman pertama kali singkatan muncul).
daftar singkatan 3
6. Lakukan hal yang sama pada nomor 4 dan 5 untuk singkatan yang lain.
7. Jika ada perubahan, misalkan perubahan nomor halaman, blok semua daftar singkatan, klik kanan lalu pilih Update Field.
daftar singkatan 4

Referensi: ikayulpratiwi.blogspot.co.id/2013/05/menggunakan-cross-reference-pada.html

Jalan-Jalan Bandung

Bandung, Sabtu, 11 Maret 2017

Hanya ingin menuliskan aktivitas yang dilakukan seharian ini. Rencana awal mau ke Saraga, Kebun Binatang Taman Sari, dan jalan-jalan sekitaran Bandung. Dua rencana awal berhasil terlaksana, yang terakhir juga terlaksana, tapi ke daerah pinggiran Bandung, tepatnya ke Cibiru.

Diawali dengan bangun cukup pagi, kemudian shalat subuh. Selepas subuh nyuci-nyuci bentar, kemudian mengantar teman kos ke stasiun bandung, setelah itu baru meluncur ke Saraga. Ngapain ke Saraga? katanya sih di sana ada kolam renang dan untuk mahasiswa tarifnya lebih murah. Dan benar saja, setelah sampai sana, ada tempelan tarif renang dan untuk mahasiswa tarifnya adalah Rp5.000,-. Namun, pas mau beli tiket saya baru ingat kalo KTM saya sudah disita untuk suatu kepentingan tertentu. Jadilah saya bayar dengan tarif umum, yaitu Rp25.000,-. Lumayan juga, 5x lipat dari tarif mahasiswa. Namun, karena niat yang sudah bulat, ya ga apa2 juga sih.. sudah terlanjur sampai sana juga.

Mulai renang jam 7. Awalnya masih sepi, cuma ada beberapa orang, tapi makin siang makin ramai. Maklum sih, hari libur. Renang sekitar 1 jam lebih dikit dengan gaya itu2 saja, yaitu gaya punggung. Gaya renang ini menurut saya paling mudah. Mudah ambil nafas dan bisa sambil lihat langit juga. Gaya punggung yang dimaksud di sini tidak sama dengan gaya punggung yang terlihat seharusnya, yaitu renang gaya punggung dengan tangan melambai-lambai agar lebih mendorong tubuh ke depan. Alasannya sih karena memang ga bisa dan saya juga laki-laki tulen, bukan yang melambai :plakjal.

Jam 8 lebih selesai renang, kemudian pergi ke komplek Salman untuk sarapan. Selesai sarapan istirahat bentar kemudian menuju ke rencana kedua, yaitu Kebun Binatang Taman Sari (selanjutnya disebut bonbin). Saya berangkat ke sana mendekati jam 10. Bonbin ini terletak di samping sebuah kampus teknik di Bandung. Harga tiket masuknya Rp25.000,- per orang (usia di atas 3 tahun). Bonbin ini dari luar kelihatannya kecil, tetapi pas di dalam ternyata lumayan juga. Koleksi satwa di bonbin ini lumayan lengkap. Paling banyak sih unggas/burung, kemudian ada panda, harimau, singa, gajah, onta, rusa, buaya, tapir, kuda nil, dan banyak lainnya. Saya menghabiskan sejam lebih dikit untuk mengitari semua satwa di bonbin ini.

Selesai dari bonbin kemudian pulang ke kos. Setelah dhuhur browsing2 bentar, nyuci2 pakaian dikit, kemudian telpon teman SMA yang ada di Bandung. Namanya sama dengan penyanyi lagu lama, terdiri atas dua kata. Kata pertama terdiri atas 3 huruf dan kata kedua terdiri atas 7 huruf. Dua kata tersebut diawali dengan huruf yang sama (konsonan). Kemudian masing2 kata tersebut juga diikuti huruf yang sama (vokal). Kemudian kata pertama diikuti 1 huruf s dan kata kedua berturut-turut diikuti 1 huruf  l, 1 huruf y, 1 huruf a, 1 huruf d, dan 1 huruf i. Sudah bisa ditebak siapa namanya kan? Sebenarnya saya sudah lama ingin berkunjung ke tempat teman saya tersebut. Namun, karena satu dan lain hal, hal itu baru kesampaian hari ini. Dia (ternyata) tinggal di daerah Cibiru, dekat dari Bundaran Cibiru. Kalau sudah tahu dari dulu dia tinggal di situ mungkin saya akan lebih sering main2 ke tempatnya karena daerah Cibiru merupakan daerah yang selalu dilewati ketika berkendara dari Jatinangor – Bandung pp. Namun, begitulah akibat dari menunda-nunda suatu niat/keinginan, baru tahu dia tinggal di situ ketika mau meninggalkan Bandung. Akkhh..

Saya berangkat ke sana sekitar jam 3 kurang 1/4, kemudian mampir sebentar di Masjid Pusdai, kemudian melanjutkan perjalanan lagi melewati Jalan A Yani. Jalanan cukup macet dan memang biasanya juga macet sih, terutama jalan sebelum Terminal Cicaheum. Sekitar jam setengah 5 saya sampai di tempat teman saya tersebut. Lama tidak bertemu, tapi teman saya ini wajahnya tidak terlalu banyak berubah, tampak masih muda. Padahal dia saat ini sudah mempunyai 2 anak dan 1 istri. Karena lama tidak bertemu, banyak hal yang diobrolkan, dengan topik paling dominan adalah kabar dari kami (saya dan teman saya itu) dan teman2 lainnya. Teman saya ini perjalanan hidupnya cukup berkelok-kelok, tapi semoga ke depannya lebih baik lagi ya, keluarga sehat semua, dan tambah sukses, aamiin…

Di sela-sela ngobrol, jam 5 saya ditawari makan. Ya sudah, alhamdulillah sekali, kebetulan tadi siang saya belum makan :D. Selanjutnya kami ngobrol lagi, sampai jam stgh 10, saya pamit pulang. Perjalanan pulang relatif lebih lancar, tetapi hujan cukup deras menjelang jalan layang Pasupati. Jam setengah 11 saya sampai kosan. Hari ini hari yang cukup melelahkan, tetapi menyenangkan dan mengenyangkan. Alhamdulillah…