8 tahun

Hari ini dapat notifikasi seperti di bawah ini dari WordPress.

8 tahun wordpress blog-edit

Tak terasa blog yang entah isinya apa-apa ini berusia 8 tahun. 8 tahun yang berarti satu windu. Selama 8 tahun tersebut sudah ada 142 postingan (143 jika postingan ini dihitung) atau rata-rata 1,49 pos per bulan. Jumlah yang menurut saya sendiri lumayan mengenaskan  baik. Target saya dulu adalah 1 bulan 1 postingan, jadi bisa dibilang melampaui target, walaupun jika dilihat sebarannya tidak merata tiap bulannya.

8 tahun lalu berarti tahun 2008. Saat itu saya masih berada di Lubuk Linggau. Saya sendiri lupa alasan saya membuat blog, tapi yang jelas tujuan pertamanya adalah memperkenalkan dusun saya, sumurmunding, kepada dunia. Tujuan yang mulia sekali bukan?. Dan karena tujuan itu pula saya berusaha tetap menulis, walaupun dengan postingan-postingan yang ga jelas dan ga bermutu sama sekali. Karena ada pepatah yang mengatakan, “menulislah, maka kamu ada”. Demikian.

suichal signature

Ano hi ni kaeritai – Shimokawa Mikuni

Ano hi ni kaeritai ( i wanna back to that day) merupakan lagu yang dibawakan oleh Shimokawa Mikuni. Lagu yang –dulu sempat– membuat saya ingin belajar bermain piano. Lagunya cukup pendek tetapi lumayan enak didengarkan. Berikut lirik lagunya. [NB: artikel ini sudah lama dibuat tapi entah kenapa belum diposting sebelumnya :D]

[id: vnvqwcsk]
[ar: Shimokawa Mikuni]
[ti: Ano hi ni Kaeritai]
[al: Full Metal Panic! The Second Raid OP ED – 南風 / もう一度君に会いたい]
[by: Reinzo5]
[Encoding: unicode]
[length: 02:34]
[00:00.00]Ano hi ni Kaeritai
[00:04.64]
[00:06.27]Lyrics, Composition and Vocals by Shimokawa Mikuni
[00:10.02]Piano: Abe Jun
[00:13.26]
[00:16.88]Sukoshi mukashi ni modorou
[00:24.30]ALBUM hirogete
[00:30.67]Mujaki ni waratta yokogao
[00:38.03]Fuan wa nai ne…
[00:41.40]
[00:43.58]Aitai yo hashitte yuku kara
[00:50.19]Tsutaetai yo ookina koe de
[00:58.12]
[00:59.37]Kowai mono nante hitotsu mo nakatta
[01:05.92]Ano hi ni kaeritai
[01:12.53]Kizutsuku koto mo waraiau koto mo
[01:21.26]Wasurenai omoide
[01:28.86]
[01:41.97]Kono hoshi ni umare soshite deatte
[01:48.40]Ashita wo yume mitari
[01:54.88]Onaji toki wo sugoshita ne futari ha
[02:05.30]Kawaranai yo zutto
[02:11.81]
[02:13.87]Donna negai mo kanau to
[02:20.92]Shinjite ita…
[02:27.21]
[Catatan : copy paste lirik lagu ini ke dalam notepad, lalu simpan dengan ekstensi .txt atau .lrc atau langsung copy paste pada lyric editor minilyrics agar lirik lagu muncul pada saat lagu diputar pada winamp/program pemutar musik lain]

Leicester City, Jilbab Traveler dan Keajaiban

REPUBLIKA.CO.ID, Seorang mahasiswa dari Indonesia yang sedang studi di Leicester berencana pulang dan ingin membawa cendera mata dari kota tersebut. Lalu dipilihlah jersey Leicester City sebagai kenang-kenangan.Ketika memilih kaos tim, sang penjual bertanya apakah ia ingin menambahkan label Liga Premier di jersey tersebut? Sang mahasiswa menolak, pertama karena harga label juga tidak murah, kedua, dan ini alasan terpenting, klub tersebut sedang dalam ancaman degradasi. Artinya label Liga Premier tak lagi tepat bersandang di jersey Leicester jika klub berjulukan The Foxes tersebut terdegradasi.

Uraian di atas adalah gambaran Leicester tahun lalu. Tepat di bulan April 2015, Leicester masih berada di dasar klasemen Premier League dan terancam degradasi.

Akan tetapi, setelah berhasil lolos dari zona degradasi musim lalu, kiprah Leicester City di musim ini seperti kisah dongeng yang terjadi di dunia nyata.

Klub yang tahun lalu sempat berada di dasar klasemen secara ajaib mengalahkan klub-klub besar yang berlipat ganda kekayaannya, dan muncul sebagai juara. Leicester menjadi klub berbiaya rendah pertama di era modern Liga Premier Inggris sejak 1992 yang menduduki posisi nomor satu.

Nilai skuat Leicester saat ini tak sampai 10% dari nilai skuat City yang menempati posisi keempat. Gaji pemain Leicester hanya seperempat dari gaji pemain City. Riyad Mahrez, pemain Leicester terpilih sebagai pemain terbaik Liga Inggris, mengalahkan Mezut Oezil yang bernilai komersial 100 kali lipat lebih tinggi.

Sebelumnya, pemain asal Aljazair ini ditolak berbagai akademi sepakbola Perancis dan Skotlandia karena tubuhnya rapuh dan dianggap tidak mampu bersaing. Jamie Vardy, top skorer Leicester, dulu hanya bermain di tim amatir dan bekerja paruh waktu sebagai buruh teknisi selain bermain bola.

Dengan fasilitas lebih minim, klub ini berhasil mencetak sejarah. Menjadi juara pertama kali di kasta tertinggi. Leicester butuh berkompetisi selama 48 musim. Periode penantian tersebut merupakan yang terlama dalam sejarah klub Inggris. Media mengungkap Leicester “Dari kelompok pecundang jadi barisan pahlawan.”

Bagi banyak orang, kemenangan Leicester bukan sekadar mencetak sejarah, tapi juga sumber inspirasi.

Striker Sunderland Jermain Defoe mengungkap,”Cerita (Leicester) luar biasa. Tapi Anda berpikir, jika mereka dapat melakukan itu mengapa kita tidak?” kata Defoe kepada media Inggris.

Manajer Arsenal Arsene Wenger menyambut keajaiban di musim ini,“Tentu saja ini bagus untuk sepakbola Inggris, ini bagus untuk semua orang di sepakbola di seluruh dunia untuk melihat tim-tim yang tidak memiliki budget besar di awal, namun mereka bisa bersaing.”

Apa yang terjadi pada Leicester kembali membuktikan bahwa setiap kita, Allah beri kemampuan mewujudkan keajaiban dalam berbagai skalanya. Memandang langit biru dan keriuhan Kinari Bazaar di India, hati saya dipenuhi syukur.

Merayapi kesibukan di hadapan mata, dari apa yang mereka sebut sebagai food street sampai gold street. Pasar yang telah berdiri sejak dulu dan menjadi tujuan belanja bagi semua orang bahkan pihak kerajaan kala itu.

Ya, raja-raja muslim di Delhi, mengunjungi pasar tua Kinari biasanya usai menunaikan sholat di masjid badshahi yang terletak di ujung Chandiny chowk, lalu lalang paling sibuk di Delhi.

Lebih dari tiga puluh tahun lalu ketika masih kecil, perjalanan keluar negeri bagi saya hanya seperti impian yang memerlukan banyak keajaiban untuk menjadikannya nyata. Mengingat kehidupan kami yang tinggal di pinggir rel kereta api sangat minim. Hiburan favorit saat itu adalah berkunjung ke rumah kerabat yang memiliki kulkas besar di mana terpajang magnet dari berbagai negara di pintunya.

Ketika beranjak remaja, saya percaya impian bisa diraih dengan belajar keras. Alhamdulillah, sejak di SD, SMP hingga SMA saya selalu juara kelas. Akan tetapi sekali lagi impian menjelajah bumi Allah yang begitu luas tetap seolah tak terjangkau.

Karena berbagai penyakit yang saya tanggung, saya terpaksa berhenti kuliah dan gagal menjadi sarjana.

Namun dalam hati kecil, saya ingin meyakini Allah SWT sudah membekali setiap orang dengan potensi untuk menciptakan ‘kejutan’ masing masing. Dengan menulis, kemampuan yang awalnya saya merasa tidak memiliki bakat di bidang itu, telah menjadi jalan dari Allah yang menerbangkan saya ke 60 negara dan 316 kota di dunia. Menjadi Jilbab Traveler.

Ternyata memang tidak butuh sim salabim untuk menciptakan sebuah kejutan atau keajaiban, karena setiap kita sejatinya sudah dibekali kemampuan untuk mewujudkan  keajaiban-keajaiban kecil hingga besar.

Saat ini, kita melihat begitu banyak hal-hal luar biasa -nyaris mustahil- yang bertebaran di sekeliling, dan sering luput dari perhatian bahkan tak jarang kita abaikan.

Dulu, timnas Irak dalam keadaan perang dan keributan internal bisa menjadi juara Asia. Atau singapura, negara kecil miskin ketika berdiri, namun menjadi salah satu negara termaju dan terkaya di dunia. Bangsa Indonesia juga bisa menjadi bangsa terbesar di dunia dengan semua potensi yang ada.

Demikian juga setiap manusia, semua diberi kemampuan -seringkali tersembunyi dan menunggu ditemukan- untuk mewujudkan mimpi-mimpi dalam hidupnya. Tinggal pertanyaannya, apakah kita ingin menjadi bagian dari begitu banyak pekerja keras yang mengalahkan ketidakmungkinan

Atau sekadar termangu dan hanya menjadi saksi kejutan serta deret keajaiban yang dibuat para pejuang kehidupan.

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/kolom/resonansi/16/05/06/o6rh7t257-leicester-city-jilbab-traveler-dan-keajaiban?ref=yfp

Transportasi Jatinangor – Pemalang

Jatinangor merupakan sebuah kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Kita mungkin lebih mengenal Jatinangor karena di sini terdapat kampus IPDN (dulu STPDN). Selain IPDN, masih ada dua kampus lain yaitu ITB dan Unpad yang juga memiliki gedung di sini.

Saat ini saya sedang kuliah di salah satu dari ketiga universitas tersebut di atas. Mengingat jaraknya yang terlalu jauh dari tempat tinggal saya, Pemalang, maka saya sering melakukan perjalanan Jatinangor – Pemalang satu minggu atau dua minggu sekali. Berikut ini adalah beberapa alternatif transportasi yang dapat digunakan untuk menempuh perjalanan dari Jatinangor – Pemalang atau sebaliknya.

Travel Andis

Travel ini merupakan travel yang melayani perjalanan dari Bandung ke Cirebon, Indramayu, Tegal dan Pekalongan. Travel yang digunakan untuk tujuan Pemalang adalah Travel Bandung – Pekalongan. Tarif Bandung – Pekalongan adalah 140.000 rupiah dan ada kemungkinan untuk mendapatkan tiket perjalanan gratis jika kita sudah mengumpulkan 10 tiket dengan atas nama yang sama. Travel ini berangkat dari Jatinangor malam hari sekitar pukul 9-10 malam dan sampai Pemalang sekitar jam 3 pagi. Sedangkan dari Pemalang, travel ini berangkat sekitar pukul 8-10 malam dan sampai Jatinangor sekitar pukul 3-4 pagi.

Bus Goodwill

Saya baru pernah menggunakan bus ini untuk pulang dari Jatinangor – Pemalang. Bus ini sebenarnya adalah bus jurusan Bandung – Tegal – Purwokerto pp. Namun, saya sering menggunakan bus ini karena biaya yang terhitung murah (50.000,-) dan waktu tempuh yang cepat (+-5 jam). Bus yang sering saya naiki adalah bus yang lewat Jatinangor sekitar jam 8 malam dan sampai di Tegal kira-kira pukul 1 dini hari. Untuk melanjutkan perjalanan dari Tegal ke Pemalang dapat menggunakan bus kecil jurusan Tegal – Randungdongkal (turun di terminal Pemalang) atau dapat juga menggunakan bus dari Jakarta (walaupun ini agak sulit karena aturan dari PO bus jurusan Jakarta tidak membolehkan untuk menaikkan penumpang di tengah perjalanan).

Bus Bandung Express

Bus ini berangkat dari Pemalang mulai jam 10/11 malam sampai jam 3 pagi. Saya pernah menggunakan bus yang berangkat jam setengah 11 dan sampai Jatinangor sekitar pukul 4 pagi. Lumayan cepat karena bus ini tidak berhenti di rumah makan/terminal lainnya. Tarif bus ini dari Pemalang adalah Rp 110.000,-

suichal signature

Operasi kalkulator sederhana dengan C

Berikut ini adalah kode program C untuk operasi kalkulator sederhana meliputi: penjumlahan, perkalian, pembagian, modulo, pangkat, faktorial, eksponen, dan cosinus. Program ini dibuat dengan menggunakan tools CodeBlocks. Simpan file dalam ekstensi *.c.

/*
IDENTIFIKASI MASALAH
Membuat kalkulator sederhana untuk menghitung operasi matematika meliputi:
1. Penjumlahan
2. Perkalian
3. Pembagian
4. Modulo
5. Pangkat
6. Faktorial
7. Eksponen
8. Cosinus
ANALISIS
Input:
- penjumlahan, perkalian, pembagian, modulo:
bilangan ke-1 dan bilangan ke-2; nama variabel: bil1 dan bil2
tipe data: float,
- pangkat
bilangan-1 (yang dipangkatkan) dan bilangan-2(pangkat bilangan); nama variabel:bil1 dan bil2
tipe data: float
- faktorial
bilangan-1 (yang akan dihitung faktorial-nya); nama variabel: bil1
tipe data: float
- eksponen
- bilangan-1 yang akan dihitung nilai eksponennya; nama variabel: bil1; tipe data: float
- iterasi yang dilakukan; nama variabel: iter; tipe data: float
- cosinus
- bilangan yang akan dihitung nilai cos-nya (berupa inputan derajat); nama variabel: xdeg; tipe data: float
- bilangan hasil konversi dari degree ke radian; nama variabel: xrad; tipe data: float
- iterasi yang dilakukan; nama variabel: iter; tipe data: float

Proses
- penjumlahan
- input bilangan 1 dan 2
- hitung hasil penjumlahan dengan rumus : bil1 + bil2
- tampilkan hasil penjumlahan
- perkalian
- input bilangan 1 dan 2
- hitung hasil perkalian dengan rumus : bil1 * bil2
- tampilkan hasil perkalian
- pembagian
- input bilangan 1 dan 2
- hitung hasil pembagian dengan rumus : bil1 / bil2
- tampilkan hasil pembagian
- modulo
- input bilangan 1 dan 2
- hitung hasil perhitungan modulo dengan rumus : bil1 % bil2
- tampilkan hasil perhitungan modulo
- pangkat
- input bilangan yang akan dipangkatkan
- input pangkat
- hitung nilai pangkat dengan rumus: bil1^bil2
- tampilkan hasil pangkat
- faktorial
- input bilangan
- hitung hasil faktorial dengan rumus: n! = 1 * 2 * 3 * ... * (n-1) * n
- tampilkan hasil faktorial
- eksponen
Rumus : e^x = x^0/0! + x^1/1! + x^2/2! + x^3/3! + ... + x^n/n!
Proses:
- Definisikan batas iterasi (iter)
- input bilangan (bil1)
- hitung bil1^n
- hitung faktorial dari bilangan: bil1!
- hitung result, yaitu hasil pembagian x^2/n!
- jumlahkan hasil result sebelumnya dengan result sekarang
- Lakukan iterasi untuk nilai n berikutnya sampai dengan batas iterasi
- Tampilkan hasil eksponen

- cosinus
- Definisikan batas iterasi (iter)
- Definisikan nilai pi = 3,1415927
- Inputkan bilangan (derajat) yang akan dihitung nilai cosnya
- konversi bilangan derajat menjadi radian dengan rumus: radian = derajat*(pi/180)
- hitung nilai cosinus dengan rumus:
cos x = x - x^2/2! + x^4/4! - x^6/6! + ...
= (E (-1)^n/(2n)!) * x^2n--->E = sigma (penjumlahan)
- tampilkan hasil cosinus

Output:
Output ditampilkan sesuai dengan operasi yang dipilih oleh user
- hasil penjumlahan, perkalian, pembagian, modulo, pangkat, faktorial; nama variabel: hasil; tipe data: float
- hasil eksponen; nama variabel: ex; tipe data: float
- hasil cosinus; nama variabel: cos; tipe data: float

- Desain algoritma:
- Program menampilkan pilihan operasi
- user memilih operasi
- jika operasi yang dipilih adalah operasi penjumlahan, perkalian, pembagian, modulo, pangkat, faktorial, eksponen, cosinus:
program melakukan operasi sesuai pilihan operasi dari user dan menampilkan hasil perhitungan
- jika input pilihan operasi tidak ada, program menampilkan peringatan dan menampilkan kembali pilihan operasi
- jika operasi yang dipilih adalah keluar, program mengakhiri program kalkulator dan dapat keluar dari jendela command prompt

*/

#define iterasi 20; // definisi iterasi yang dilakukan
#define pi 3,1415927; // definisi nilai pi

#include

/* Prototype Fungsi*/
float jumlah(float,float); //menghitung penjumlahan
float kali(float,float); //menghitung perkalian
float bagi(float,float); //menghitung pembagian
int modulo(int,int); //menghitung modulo
float hitungpangkat(float,float); //menghitung pangkat
float hitungfaktorial(float); //menghitung faktorial

int main(void)
{
//Deklarasi variabel
float bil1,bil2; // menampung inputan bilangan dari user
float hasil; // menampung hasil operasi penjumlahan, perkalian, pembagian, modulo, pangkat, dan faktorial
int operasi; // jenis operasi yang dilakukan
int iter; // untuk iterasi pada eksponen dan cosinus
float phi; // menampung nilai pi
float hasilpangkat; // menampung hasil pangkat
float hasilfaktorial; // menghitung hasil faktorial
float result; // menampung hasil pembagian hasil pangkat/hasil faktorial pada eksponen
float xdeg; // menampung inputan derajat
float xrad; // menampung konversi dari derajat ke radian
float ex; // menampung hasil eksponen
float cos; // menampung hasil cosinus

int n; // untuk iterasi perhitungan eksponen

ex = 0; // inisialiasi nilai eksponen
cos = 0; // inisialiasi nilai cosinus
iter = iterasi; // assign nilai dari define iterasi
phi = pi; // assign nilai dari define pi

while(1)
{
/* Menampilkan pilihan operasi yang dilakukan */
printf("PROGRAM KALKULATOR OPERASI MATEKAMATIKA SEDERHANA ");
printf("\n\nPilih Jenis Operasi yang dilakukan: ");
printf("\n1. Penjumlahan ");
printf("\n2. Perkalian ");
printf("\n3. Pembagian ");
printf("\n4. Modulo ");
printf("\n5. Pangkat ");
printf("\n6. Faktorial ");
printf("\n7. Eksponen ");
printf("\n8. Cosinus");
printf("\n9. Keluar dari layar");
printf("\nPilih jenis operasi yang akan dilakukan: ");
scanf("%d",&operasi);
printf("\nOperasi yang dipilih adalah: %d\n",operasi);

if (operasi==1||operasi==2||operasi==3||operasi==4) //untuk operasi penjumlah, perkalian, pembagian, dan modulo disatukan karena punya 2 input bilangan
{
/* start of input bilangan */
printf("\nMasukkan bilangan pertama: ");
scanf("%f",&bil1);
printf("\nMasukkan bilangan kedua: ");
scanf("%f",&bil2);
/* end of input bilangan */

switch (operasi)
{
case 1: // jika pilihan = 1, lakukan operasi penjumlahan dengan rumus bil1+bil2
hasil = jumlah(bil1,bil2); // operasi penjumlahan
printf("\n%.2f + %.2f = %.2f\n\n",bil1,bil2,hasil); //tampilkan hasil penjumalahn
break;
case 2: // jika pilihan = 2, lakukan operasi penjumlahan dengan rumus bil1 * bil2
hasil = kali(bil1,bil2); // operasi perkalian
printf("\n%.2f * %.2f = %.2f\n\n",bil1,bil2,hasil); // tampilkan hasil perkalian
break;
case 3: // jika pilihan = 3, lakukan operasi penjumlahan dengan rumus bil1 / bil2
hasil = bagi(bil1,bil2); // operasi pembagian
printf("\n%.2f / %.2f = %.2f\n\n",bil1,bil2,hasil); // tampilkan hasil pembagian
break;
case 4: // jika pilihan = 4, lakukan operasi modulo dengna rumus bil1 % bil2
hasil = modulo((int)bil1,(int)bil2); // operasi modulo
printf("\n%.2f mod %.2f = %.2f\n\n",bil1,bil2,hasil); // tampilkan hasil modulo
break;
}

}
else if (operasi==5) // jika pilihan = 5, lakukan operasi pangkat dengan rumus bil^n
{
printf("\nMasukkan bilangan: "); // input bilangan yang akan dipangkatkan
scanf("%f",&bil1);
printf("\nMasukkan pangkat: "); // input pangkat
scanf("%f",&bil2);
hasil = hitungpangkat(bil1,bil2); // operasi pangkat
printf("\n%.2f ^ %.2f = %.2f\n\n",bil1,bil2,hasil); // tampilkan hasil pangkat
}
else if (operasi==6) // jika pilihan = 6, lakukan operasi faktorial
{
printf("\nMasukkan bilangan: "); // input bilangan yang akan dicari nilai faktorialnya
scanf("%f",&bil1);
hasil = hitungfaktorial(bil1); // operasi perhitungan faktorial
printf("\n%.0f!= %.2f\n\n",bil1,hasil); // tampilkan hasil perhitungan faktorial
}
else if (operasi==7) // jika pilihan = 7, lakukan operasi eksponensial
{
printf("\nMasukkan bilangan: "); // input bilangan
scanf("%f",&bil1);
for (n=0;n<=iter;n++) // iterasi untuk menghitung nilai eksponensial
{
hasilpangkat = hitungpangkat(bil1,n); // menghitung nilai pangkat : x^n
hasilfaktorial = hitungfaktorial(n); // menghitung nilai faktorial: n!
result = hasilpangkat / hasilfaktorial; // menghitung nilai x^n/n!
ex=ex + result; // menghitung eksponensial (result sebelumnya dijumlahkah dengan result sekarang)
}
printf("\nExp(%.2f) = %.2f\n\n",bil1,ex); // tampilkan hasil eksponensial
ex = 0; // mengenolkan kembali nilai eksponensial agar pada operasi berikutnya tidak terakumulasi dengan hasil operasi sebelumnya
}
else if (operasi==8) // jika pilihan = 8, lakukan operasi perhitungan cosinus dari suatu derajat
{
printf("\nMasukkan besaran derajat: "); // input derajat
scanf("%f",&xdeg);

//tes tampilan input derajat
//printf("\nBesaran derajat : %f",xdeg);

xrad = xdeg*(phi/180); //konversi dari derajat ke radian

//tes print hasil konversi derajat ke radian
//printf("\nNilai x(%.3f derajat) dalam radian adalah: %.1f",xdeg,xrad);

/*start of perhitungan cosinus */
for (n=0;n<iter;n++){
if((n%2)==0) // jika n genap, nilai pada iterasi sekarang ditambahkan dengan akumulasi nilai cos pada iterasi sebelumnya
{
cos = cos + hitungpangkat(xrad,(2*n))/hitungfaktorial(2*n);
}
else // jika n ganjil, nilai pada iterasi sekarang dikurangkan dengan akumulasi nilai cos pada iterasi sebelumnya
{
cos = cos - hitungpangkat(xrad,2*n)/hitungfaktorial(2*n);
}
/*end of perhitungan cosinus */
}
printf("\nCos %.2f= %.2f\n\n",xdeg,cos); // menampilkan hasil perhitungan cosinus
cos = 0; // mengenolkan kembali nilai cos agar nilai cos pada perhitungan saat ini tidak terakumulasi pada perhitungan selanjutnya
}
else if (operasi==9) // jika pilihan = 9, keluar dari kalkulator
{
break;
}
else // jika pilihan selain 1-9, muncul peringatan salah input pilihan dan menampilkan kembali pilihan operasi
{
printf("\nPeringatan: Pilihan operasi yang diinput tidak ada\n\n");
continue;
}

}

return 0;
}

//fungsi penjumlahan
float jumlah(float x,float y)
{
float hasil;
hasil = x + y;
return hasil;
}

//fungsi perkalian
float kali(float x,float y)
{
float hasil;
hasil = x * y;
return hasil;
}

//fungsi pembagian
float bagi(float x,float y)
{
float hasil;
hasil = x / y;
return hasil;
}

//fungsi modulo
int modulo (int x,int y)
{
int hasil;
hasil = x % y;
return hasil;
}

// fungsi hitung pangkat
float hitungpangkat(float x,float n)
{
float hasilpangkat = 1; // inisialisasi hasil x^n
float i; // counter/iterasi
/* start of perhitungan x^n */
for (i=1;i<=n;i++) { hasilpangkat=hasilpangkat*x; } /* end of perhitungan x^n */ return hasilpangkat; // mengembalikan hasil x^n } // fungsi hitung faktorial float hitungfaktorial(float n) { float hasilfaktorial = 1; // inisialisasi hasil faktorial float i; // counter/iterasi /* start of perhitungan n! */ for(i=n;i>=1;i--)
{
hasilfaktorial = hasilfaktorial * i;
}
/* end of perhitungan n! */

return hasilfaktorial;
}

suichal signature

Naik Kereta Api

Kereta api merupakan moda transportasi yang cukup digemari oleh masyarakat, termasuk saya. Saya pertama kali naik kereta api pada saat akan mengikuti ujian SPMB tahun 2006 di Semarang. Waktu itu, saya naik kereta api Kaligung. Harganya masih murah, cuma 16 ribu rupiah. Tidak ada batasan penumpang dalam kereta, sehingga penumpang banyak yang duduk di lantai kereta. Tapi menurutku, itu sangat asik, karena kita justru bisa ngobrol-ngobrol dengan teman sehingga perjalanan dari Pemalang ke Semarang yang berlangsung sekitar 3 – 4 jam tidak begitu terasa . Di samping itu, jalur keretanya juga ada yang melewati dekat pantai sehingga pemandangannya pun cukup menarik.

Selepas itu, saya baru naik kereta api kembali ketika pertama kali kuliah di ITS, bulan Agustus 2009. Waktu itu saya naik kereta bisnis Gumarang. Ongkosnya waktu itu 150 ribu dan –seingat saya– masih dapat makan. Setelah itu, saya sangat jarang sekali naik kereta api lagi selama kuliah di ITS. Mau naik kereta api kelas bisnis/eksekutif harga tiketnya mahal dan juga tidak berhenti di stasiun Pemalang juga, sedangkan kereta api ekonomi waktu itu masih semrawut dan katanya rawan kejahatan sehingga agak merasa takut juga waktu mau naik kereta api ekonomi. Saya pernah sekali naik kereta api ekonomi Kertajaya dari Pemalang dan memang rasanya tidak nyaman. Penumpang berjubel melewati batas jumlah kursi duduk. Selain itu, banyak pedagang bersliweran sehingga tidak nyaman juga jika duduk di lantai.

Lulus dari ITS Agustus 2012, saya magang di Jakarta. Selama magang itu saya lebih sering naik bus dari Pemalang-Jakarta PP. Sampai suatu ketika saya bertemu teman dan mendapatkan informasi bahwa kereta api ekonomi sudah tertib (pas tempat duduk) sehingga lebih nyaman. Dan ketika saya coba memang demikian, cukup nyaman dan harga tiketnyanya juga murah, cuma 33rb rupiah. Hanya saja waktu tempuh Jakarta-Pemalang pada saat itu masih 7-8 jam karena masih belum ada double track. Setelah double track jadi, naik kereta api menjadi lebih enak lagi. Waktu tempuh Jakarta-Pemalang hanya 5 jam. Jauh lebih cepat dibandingkan bus yang memakan waktu 8-10 jam. Jadwal tiba/keberangkatan kereta api pun sebagian besar tepat waktu. Selain itu harga tiket kereta api kelas ekonomi juga lebih murah dibandingkan bus. Beberapa kelebihan lainnya adalah tiket yang bisa dipesan secara online dan bisa dipesan jauh hari sebelumnya (90 hari sebelum keberangkatan). Dengan berbagai kelebihan tersebut, saya kemudian lebih menggemari naik kereta api dalam berperjalanan sebagai PJKA (pulang jumat kembali ahad-red) Jakarta-Pemalang.

Sebagai penutup dari postingan tidak penting ini–berbicara mengenai kereta api, ada lagu yang sangat lekat yaitu lagu “Naik Kereta Api” ciptaan Ibu Soed. Kinara, anak kami yang pertama, sangat menyukai lagu ini. Mungkin karena dia ingat waktu pertama kali ke Jakarta dan setiap kali pulang ke Pemalang, dia selalu naik kereta api.

Di dalam lirik lagu tersebut terdapat dua kota besar di Pulau Jawa. Saya sudah pernah tinggal selama tiga tahun di kota yang kedua. Dan saat ini saya sedang tinggal di [sekitar] kota yang pertama.

suichal signature